Artikel Musik‎ > ‎Umum‎ > ‎

Tips Memberi Semangat Anak Untuk Bermain Musik

Venny Music akan memberikan saran tentang bagaimana membangkitkan semangat belajar musik pada anak-anak.

  • Jika anak tidak bersemangat belajar musik, orangtua jangan langsung mempertanyakan apakah anaknya kesulitan belajar. Bagi orangtua mungkin sepertinya tidak ada kemajuan yang berarti, namun sebaiknya dilihat dulu dari sisi anak mungkin mereka jenuh dari segala rutinitasnya. Selain itu, apakah tujuan orangtua memberikan pendidikan musik sudah sejalan dengan keinginannya. Jika orang tua menawarkan untuk belajar musik dan anak tidak keberatan, maka tidak ada masalah. Namun jika anak tidak tertarik dengan tawaran orangtua dan merasa ingin belajar hal lain atau instrumen lain, cobalah untuk memahami mengapa mereka tertarik belajar itu. Belajar musik memang sangat menyenangkan, namun juga tidak mudah. Untuk itu perlu keinginan yang kuat dari anak dan dukungan dari orang tua. Jika anak tidak ingin, namun orangtua memaksakan maka tidak akan berhasil sebaik yang diharapkan orangtua.
  • Guru sebaiknya juga bisa membaca perasaan anak. Jika terlihat jenuh, jangan langsung memberikan materi yang baru atau berat tetapi mencoba mengajak anak belajar tanpa harus memaksa belajar, misalnya dengan bernyanyi. Mungkin sebagian orang bingung, anak yang kursus piano kok malah diajak bernyanyi saja. Bernyanyi juga merupakan kegiatan bermain musik yang menghasilkan nada tetapi melalui suara kita sendiri. Dengan guru ikut mendampingi menyanyi maka anak akan belajar mengenal nada yang tepat sehingga akan mengasah pendengarannya terhadap nada-nada. Ini adalah dasar yang kuat untuk membangun musik dengan sebuah instrumen musik. Kelak anak akan mudah untuk menguasai sebuah instrumen musik karena mampu menciptakannya dengan suaranya sendiri.
  • Sebaiknya jika belajar musik, belajarlah mulai dari lagu yang disukai. Jika guru tidak tahu lagu yang disukai, tanyakan pada anak lagu apa yang mereka sukai. Cara lain, tunjukkan pada mereka beberapa lagu yang kira-kira mereka tahu, misalnya jika anak-anak dibawah 7 tahun, coba tunjukkan beberapa lagu anak-anak. Jika siswa remaja, coba mainkan beberapa lagu populer. Jika orang dewasa, cobalah lagu-lagu nostalgia atau lagu pop dewasa. Jika anak mempunyai suatu kelompok band, coba tanyakan padanya lagu apa yang ingin dimainkan oleh band, kemudian bantulah membuat aransemen lagu melalui instrumen yang dipelajarinya. Ini akan membuat anak bersemangat karena apa yang mereka pelajari dapat terasa manfaatnya, setidaknya mereka akan belajar untuk menikmati musik lebih dulu. Setelah itu baru mereka akan tertarik untuk mempelajari musik secara lebih dalam lagi. Jika pola pengajaran kita tepat sasaran, maka anak akan bersemangat dalam belajar. Anak-anak akan belajar lebih banyak lagi dengan caranya sendiri. Mereka ternyata mampu belajar lebih dari yang kita pernah bayangkan. Intinya jika diberi dorongan positif sedikit saja mereka akan langsung berkobar. Jangan biarkan potensi anak-anak kita padam karena tidak mencintai musik, tetapi berilah dukungan, semangat dan bantulah mereka maka anda akan terkagum-kagum melihat hasilnya.
  •  Tidak ada salahnya orangtua juga ikut belajar apa yang dipelajari oleh putra-putrinya agar jika mereka berlatih di rumah, setidaknya orangtua dapat mendampinginya. Beberapa orangtua dari siswa kursus kami juga merasa perlu untuk mendampingi putra-putrinya dengan ikut belajar dan menikmati musik. Dengan demikian jika putra-putrinya merasa kesulitan, orangtua tidak hanya menyalahkan atau mengkritik anak, karena orangtua merasakan sendiri bagaimana proses untuk menghasilkan musik yang baik.

Semoga beberapa saran di atas dapat membantu anak-anak kita untuk lebih mencintai musik dan selalu bersemangat, bukan hanya dalam bermain musik tetapi dalam segala sesuatu yang dikerjakannya sepanjang hari. Selamat mencoba ! (Venny S)

Comments