Artikel Baru


Peluang Dalam Industri Kreatif

posted Jul 14, 2013, 6:21 AM by Venny Septania   [ updated Jul 14, 2013, 6:46 AM ]

    Dalam industri kreatif saat ini, misalnya dunia musik, gambar, desain, fotografi, dsb, banyak hal yang bisa dilakukan sendiri. Internet memberikan fasilitas yang dulu tidak bisa dilakukan sendiri, namun saat ini bisa. Contohnya adalah Google Sites yang memungkinkan orang untuk membuat desain website nya sendiri. Amazon Kindle juga memberikan fasilitas untuk menerbitkan buku sendiri. Musisi juga bisa menjual langsung karya lagu mereka melalui situs seperti Nimbit. Bahkan para animator bisa membuat animasi langsung melalui situs seperti GoAnimate dari Youtube. Ide apa pun bisa diwujudkan melalui berbagai media dengan biaya yang rendah. Hal ini sangat membantu para insan kreatif untuk berkreasi.

    Sistem operasi untuk telepon seluler dan Tablet berbasis Android dan iOS juga memberikan peluang orang untuk membuat aplikasi dari yang sangat sederhana, bahkan tanpa bahasa pemrograman sama sekali. Misalnya melalui aplikasi App Inventor untuk membuat aplikasi Android. Ini memungkinkan orang yang awam terhadap dunia komputer pun bisa membuat aplikasi. Cukup bermodalkan ide kreatif saja.

    Saat ini muncul juga istilah Crowdsourcing yang artinya suatu karya, ide atau jasa yang bersumber dari orang banyak secara online, misalnya musik yang dibuat secara bersama-sama oleh berbagai musisi di seluruh dunia. Industri musik yang mengadopsi sistem ini memungkinkan seorang musisi memperoleh ide melodi, bass, beat/rhythm dari musisi lain di berbagai belahan dunia dan membuat lagu bersama-sama, contohnya musisi Avicii dengan proyek lagu "X You" nya. Pengertian Crowdsourcing ini hampir mirip dengan Opensource untuk software, namun Crowdsourcing ini lebih luas lagi cakupannya, bukan hanya di bidang software.

    Dengan begitu banyak nya peluang di dunia kreatif ini diharapkan semakin mendorong orang untuk membuat sesuatu yang berguna bagi masyarakat. Bila kita mempunyai ide, kita bisa mencoba untuk mewujudkannya dengan berbagai media secara mudah dengan bantuan teknologi dan internet. Maka marilah kita berkreasi bersama !

Mari Belajar Musik Dengan Ceria

posted Feb 12, 2013, 4:15 AM by Venny Septania   [ updated Jul 14, 2013, 6:19 AM ]

    Saat ini, anak-anak sekolah semakin sibuk saja. Mereka mengikuti berbagai kegiatan di sekolah maupun kursus di luar sekolah. Banyak di antara mereka yang mengikuti kegiatan itu atas keinginan mereka sendiri, namun tidak jarang pula yang disarankan oleh orang tuanya. Kalau mengikuti kegiatan yang disukai, tidak ada masalah. Namun jika anak tidak menyukai kegiatan itu, pasti akan menimbulkan masalah. Mulai dari sering membolos, tidak serius berlatih, sampai melakukan penolakan lainnya yang lebih ekstrim. Hasilnya akan kelihatan dari sikap anak terhadap orang-orang di sekitarnya, seperti mudah marah, kecewa, depresi, murung sampai hal-hal yang anarkis.

    Disinilah peran orang tua yang seharusnya membantu anak menentukan pilihan kegiatan yang baik untuk anak, bukan hanya memaksakan saja. Orang tua mungkin bermaksud untuk mengenalkan anak pada jenis kegiatan tertentu. Namun anak juga harus diberi kesempatan untuk memilih kegiatan yang disukainya. Misalnya dalam bidang musik, anak bisa memilih untuk belajar jenis alat musik yang menarik perhatiannya. Orang tua boleh mengarahkan namun jangan memaksakan. Jika seseorang melakukan sesuatu dengan terpaksa maka hasilnya tidak akan maksimal. Bermain musik adalah kegiatan hiburan yang hanya bisa dilakukan dengan perasaan yang senang. Oleh sebab itu, marilah belajar musik dengan hati yang ceria.

Bermain Musik versus Game Online

posted Feb 6, 2013, 8:59 AM by Venny Septania   [ updated Feb 13, 2013, 9:46 PM ]

    Saat ini banyak remaja dan anak-anak yang menyukai permainan game online. Game online ini memang menyenangkan, sama halnya dengan bermain musik. Sepintas jika dilihat, musik dan game online memang tidak ada kaitannya. Persamaannya adalah keduanya merupakan dunia hiburan. Namun mengapa game online yang lebih digemari saat ini ?

    Jawabannya adalah karena harganya yang murah, terjangkau oleh uang saku pelajar untuk bermain di tempat persewaan. Harga komputer pribadi juga terjangkau karena komputer adalah alat multi fungsi, jadi orang tua berpikir bahwa membeli komputer selain bisa untuk bermain anaknya juga bisa untuk bekerja. Selain itu permainan komputer ini juga sangat mudah dimainkan, bahkan anak SD saja sudah mahir memainkannya.

    Berbeda dengan musik yang butuh belajar dulu untuk dapat memainkan suatu alat musik. Bahkan jika ingin serius, bisa memakan waktu yang lama (bertahun-tahun) untuk belajar musik sampai profesional di satu bidang alat musik. Selain itu, harga alat musik juga lebih mahal dibandingkan komputer karena satu jenis alat musik hanya bisa untuk memainkan musik itu saja, jadi tidak multi fungsi seperti komputer.

    Namun, di balik itu sebenarnya bermain musik atau belajar memainkan alat musik itu merupakan investasi. Apa yang kita pelajari saat ini mungkin bisa berguna di masa depan sebagai karir atau pekerjaan kita. Misalnya dengan menjadi artis/pemain musik, pengarang musik/lagu, penata musik/arranger, pengajar musik/guru, pembuat software musik dan masih banyak lagi jenis pekerjaan yang berhubungan dengan dunia musik. Jadi dengan belajar satu bidang musik, kita bisa terjun ke berbagai bidang perkerjaan di dunia musik yang tidak terbatas. Bahkan di masa depan akan tercipta jenis pekerjaan baru yang belum ada saat ini dengan berkembangnya teknologi yang mendukung hal tersebut.

Berbeda dengan game online yang tidak ada nilai investasinya, artinya tidak bisa digunakan sebagai bekal di masa depan.

Jadi jika sama-sama untuk bersenang-senang, mengapa tidak memilih untuk bermain musik ?

Mari belajar sambil bermain musik bersama-sama !

Perkembangan Musik Baru : Musik Teknologi

posted Jan 30, 2013, 5:30 AM by Venny Septania

     Saat ini marak musik-musik dengan genre Hiphop, R n B, Dance, Trance, Shuffle, dsb yang pada jaman dulu terkenal sebagai musik dugem, tidak bermutu, terkesan hanya untuk senang-senang dan tidak mempunyai tujuan yang berarti. Namun mengapa saat ini justru musik semacam itu yang berkembang/digemari, seperti gangnam style, k-pop dsb ?

    Jawabannya ada kaitannya dengan perkembangan teknologi musik. Dahulu, pemutar musik yang dikenal adalah tape/cd player yang hanya bisa memuat 10-20 lagu saja. Alatnya juga besar sehingga musik hanya bisa dinikmati di rumah atau di tempat tertentu saja. Oleh karena itu, musik dibuat dengan dipikirkan secara serius dan matang-matang karena kuantitas/jumlah produksinya masih sedikit. Kemudian musik berkembang dengan format lebih kecil yaitu mp3 dan berkembanglah pemutar musik mp3 yang bentuknya kecil, mudah dibawa dan ringan. Pemutar mp3 ini juga bisa memuat ribuan lagu. Hal ini secara tidak langsung merevolusi musik itu sendiri. Sekarang musik dibuat dengan lebih ringan/tidak terlalu berat karena musisi dituntut memproduksi musik dengan jumlah yang banyak dan tenggat waktu yang cepat. Selain itu juga karena jumlah musisi semakin banyak, otomatis persaingan juga semakin ketat sehingga musisi harus semakin cepat menelurkan karya musik baru agar tidak ketinggalan.

    Dunia bergerak begitu cepat. Dulu musisi mengupas musik hanya dari segi komposisi nada dan akor nya saja. Saat ini dengan bantuan teknologi, musik bisa diciptakan dengan jenis suara baru, harmonisasi baru, yang tidak mungkin diciptakan pada jaman dahulu sebelum ada teknologi tersebut. Jadi saat ini orang menikmati bentuk musik baru, yaitu musik teknologi, musik yang tercipta dengan adanya bantuan teknologi. Semoga, musik akan terus berkembang menjadi bentuk-bentuk lain yang semakin maju di masa depan. Selamat menikmati musik baru.

1-4 of 4